SOP survei lapangan

Panduan surveyor.

Pegangan untuk setiap surveyor sebelum dan selama turun ke lapangan: apa yang disiapkan, apa yang dilakukan di setiap titik, cara mengisi laporan, dan apa yang tidak boleh dilakukan. Baca sampai habis sebelum kunjungan pertama; buka lagi dari ponsel kapan pun ragu.

Buka daftar kunjungan

Tujuh aturan emas

Kalau hanya sempat membaca satu bagian, baca ini.

  1. Tunjukkan surat tugas dan kartu identitas sebelum bertanya apa pun.
  2. Anda mendata, bukan menagih. Jangan menyebut tarif, sanksi, atau janji bebas pajak.
  3. Isi laporan di lokasi, sebelum pindah ke titik berikutnya.
  4. Ambil GPS sambil berdiri di depan pintu masuk, bukan dari jalan.
  5. Foto papan nama dari luar dulu; foto bagian dalam hanya dengan izin.
  6. Tolak semua pemberian—makanan, minuman, uang—sekecil apa pun.
  7. Ditolak atau merasa tidak aman? Pergi dengan sopan, pilih status "Menolak", laporkan hari itu juga.

Peran surveyor

Daftar kunjungan berisi usaha yang ditemukan di Google Maps, aplikasi pemesanan hotel, dan aplikasi pesan-antar, tetapi belum ditemukan di register wajib pajak BKAD. Tugas surveyor adalah memastikan usaha itu benar ada, siapa pengelolanya, dan seberapa besar kegiatannya—supaya BKAD bisa menindaklanjuti dengan data yang benar.

Surveyor tidak menetapkan pajak, menagih, menjelaskan tarif, atau menilai apakah suatu usaha wajib pajak. Semua itu wewenang BKAD. Menjaga batas ini melindungi surveyor sendiri dan membuat narasumber lebih bersedia bicara.

Sebelum berangkat

Malam sebelumnya

  • Buka daftar kunjungan, pilih tab sektor, lalu pilih rute hari Anda di kotak Semua rute.
  • Pastikan Anda di tab Daftar kunjungan. Titik yang sudah ditandai terdaftar oleh BKAD otomatis pindah ke tab Sudah terdaftar dan tidak perlu dikunjungi.
  • Perhatikan label kuning diduga = …: nama itu mirip WP yang sudah terdaftar. Tetap kunjungi, dan pastikan nama badan usahanya di lapangan.
  • Tulis nama Anda di kotak Nama Anda; form laporan akan terisi otomatis.
  • Tekan Buka rute di Maps untuk melihat jalur. Titik sudah diurutkan dari barat laut; ikuti urutan ke-1, ke-2, …

Pagi hari

  • Surat tugas dan kartu identitas.
  • Ponsel terisi minimal 80%, powerbank, dan kuota data.
  • Izin lokasi (GPS) dan kamera untuk peramban sudah diaktifkan.
  • Pakaian rapi, sepatu tertutup, jas hujan.
  • Target hari ini: 14 titik.

Alur di setiap titik

Rata-rata 20–25 menit per titik, termasuk mengisi laporan.

  1. Tiba dan amati dari luar. Pastikan papan nama cocok dengan daftar. Foto papan nama dan tampak depan sekarang, sebelum masuk.
  2. Ambil GPS. Buka baris titik di tabel, tekan Isi laporan, lalu Ambil titik GPS sekarang sambil berdiri di depan pintu masuk. Biarkan dialog terbuka.
  3. Perkenalkan diri. Tunjukkan surat tugas dan kartu identitas. Pakai kalimat pembuka.
  4. Minta bertemu pemilik atau penanggung jawab.
  5. Wawancara singkat, sekitar 10 menit. Nama usaha resmi, pemilik, kontak, kapasitas, jam buka, gambaran ramai-sepi, apakah sudah terdaftar di BKAD.
  6. Minta izin memotret bagian dalam dan daftar harga. Kalau tidak diizinkan, cukup foto dari luar.
  7. Pamit dan ucapkan terima kasih.
  8. Lengkapi dan simpan laporan sebelum berangkat ke titik berikutnya. Setelah tersimpan, baris di tabel bertanda hijau disurvei: …

Kalimat pembuka

“Selamat pagi, Bapak/Ibu. Saya [nama], petugas pendataan yang ditugaskan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman. Ini surat tugas dan kartu identitas saya. Kami sedang memperbarui data usaha di wilayah Sleman. Boleh minta waktu sekitar sepuluh menit untuk beberapa pertanyaan?”

Kalau ditanya apakah usahanya akan dikenai pajak:

“Saya hanya bertugas mendata, bukan menetapkan pajak. Untuk hal itu Bapak/Ibu bisa bertanya langsung ke kantor BKAD Sleman, dan petugasnya yang akan menjelaskan.”

Memilih status kunjungan

Setiap laporan memiliki satu status. Pilihannya sama persis dengan yang ada di form.

StatusDipakai bilaYang wajib ditulisFoto
Ditemukan & beroperasi Usaha ada di lokasi dan sedang atau biasanya beroperasi. Semua kolom yang bisa dijawab: nama usaha, pemilik, kontak, kapasitas, taksiran omzet, klaim terdaftar. Minimal 3: papan nama, area layanan, bukti harga.
Tutup sementara Tempat masih ada, tetapi tutup saat dikunjungi (libur, renovasi, belum jam buka). Jam buka yang tertera atau info tetangga di Catatan. Titik ini perlu dikunjungi ulang. Papan nama dan tanda tutup atau jam buka.
Tutup permanen Tempat kosong, disewakan, atau berganti usaha lain—dipastikan dari papan atau tetangga. Siapa yang memberi keterangan dan, bila ada, usaha apa yang sekarang menempati. Kondisi bangunan sekarang, termasuk tanda "disewakan" bila ada.
Tidak ditemukan di lokasi Sudah dicari di sekitar titik (±100 m) dan ditanyakan ke warga, tetapi tidak ada. Siapa saja yang ditanya dan jawabannya. Ambil GPS di titik yang ditunjukkan peta. Lingkungan di titik koordinat, supaya jelas lokasi yang diperiksa.
Alamat tidak sesuai Usahanya ada, tetapi di lokasi berbeda dari alamat atau titik di daftar. Alamat yang benar di "Alamat sesuai lapangan", lalu ambil GPS di lokasi yang benar. Kalau usahanya ditemui, isi kolom lain seperti biasa. Papan nama di lokasi yang benar.
Menolak disurvei Pemilik atau penanggung jawab tidak bersedia diwawancarai. Alasan penolakan bila disampaikan, dan apa yang bisa diamati dari luar (kira-kira ukuran, ramai atau sepi). Papan nama dari ruang publik saja. Jangan memotret ke dalam.

Mengisi form laporan

Nama surveyor
Tulis dengan ejaan yang sama setiap hari—rekap dihitung per nama. Isi sekali di kotak "Nama Anda" pada tabel, form akan terisi otomatis.
Status kunjungan
Lihat bagian Memilih status kunjungan. Kalau ragu antara dua status, pilih yang lebih jujur terhadap apa yang benar-benar Anda lihat, lalu jelaskan di Catatan.
Nama usaha di lapangan
Salin persis dari papan nama, bukan dari daftar. Nama di daftar berasal dari Google Maps atau aplikasi dan sering berbeda—perbedaan itulah yang dicari.
Nama pemilik / penanggung jawab
Nama yang disebutkan narasumber. Kalau yang ditemui karyawan, tulis nama pemilik bila diberi tahu, dan jabatan narasumber di Catatan.
Kontak
Nomor telepon atau WhatsApp usaha, hanya bila diberikan secara sukarela. Jangan memaksa.
Jumlah kursi / jumlah kamar / kapasitas pengunjung
Label kolom menyesuaikan sektor. Hitung sendiri bila bisa (kursi terlihat, pintu kamar); kalau dari narasumber, tulis "menurut pemilik" di Catatan.
Alamat sesuai lapangan
Sudah terisi dari daftar. Perbaiki bila berbeda: nama jalan, nomor, dusun, RT/RW.
Estimasi omzet per bulan
Angka saja tanpa titik, dalam rupiah. Lihat bagian Menaksir omzet. Dasar hitungannya wajib ditulis di Catatan.
Mengaku sudah terdaftar?
Tanyakan apakah usaha sudah terdaftar sebagai wajib pajak daerah di BKAD. Pilih "Belum ditanyakan" bila memang tidak sempat—jangan menebak.
NPWPD / nomor register
Muncul bila memilih "Ya". Tulis nomor yang disebutkan atau terlihat di dokumen yang ditunjukkan. Jangan memotret dokumennya.
Catatan
Dasar taksiran omzet, siapa narasumber, kejanggalan, dan apa pun yang membantu petugas BKAD menindaklanjuti.
Titik GPS
Tekan "Ambil titik GPS sekarang" di depan pintu masuk. Akurasi di bawah ±30 m sudah baik; di atas ±50 m, tunggu sebentar di tempat terbuka lalu ulangi.

Setiap kali Simpan ditekan, laporan baru tercatat dan yang terakhir yang dipakai. Jadi kesalahan tidak perlu dihapus: kirim laporan yang benar, lalu tulis koreksi laporan sebelumnya di Catatan.

Menaksir omzet

Jangan bertanya “omzetnya berapa?”—jawabannya hampir selalu terlalu rendah atau ditolak. Taksir dari hal yang bisa diamati dan ditanyakan dengan wajar, lalu tulis angka bulat per bulan di form. Dasar hitungannya wajib ditulis di Catatan, misalnya “24 kursi, ±2 putaran, rata-rata 35 rb, buka 26 hari.”

Makanan & minuman

kursi × putaran per hari × belanja rata-rata per orang × hari buka sebulan

24 kursi × 2 putaran × Rp35.000 × 26 hari ≈ Rp43.680.000

Belanja rata-rata dari menu: satu makanan utama plus satu minuman. Putaran: sepi 1, ramai 2–3.

Akomodasi

kamar × tingkat hunian × tarif rata-rata per malam × 30

12 kamar × 60% × Rp250.000 × 30 ≈ Rp54.000.000

Tarif dari papan harga atau aplikasi pemesanan. Hunian: tanyakan "biasanya terisi berapa kamar?"

Kesenian & hiburan

pengunjung per hari × tarif rata-rata × hari buka sebulan

80 pengunjung × Rp25.000 × 30 hari ≈ Rp60.000.000

Untuk karaoke dan biliar: jumlah ruang/meja × jam terpakai × tarif per jam.

Foto

Maksimal 8 foto per laporan. Foto otomatis dikecilkan sebelum diunggah, jadi tidak perlu mengatur resolusi kamera. Pakai posisi mendatar, cahaya cukup, dan pastikan tulisan terbaca.

FotoIsiKeterangan
Papan nama dan tampak depanDiambil dari luar, papan terbaca jelas, pintu masuk terlihat.Resto, hotel, hiburan
Area layananRuang makan; lobi atau resepsionis; ruang karaoke, kolam, atau area permainan.Dengan izin
Bukti hargaMenu atau daftar harga; papan tarif kamar; papan tarif tiket atau per jam.Sangat membantu taksiran omzet
OpsionalStiker QRIS atau mesin EDC, area parkir, jumlah kursi atau meja.Tanda skala transaksi

Tombol foto di form menawarkan kamera atau galeri. Kalau sinyal lemah, potret dulu dengan aplikasi kamera biasa, lalu lampirkan dari galeri begitu sinyal kembali.

Do & don'ts

Lakukan

  • Berpakaian rapi dan sopan; kartu identitas terlihat sepanjang kunjungan.
  • Minta bertemu pemilik atau penanggung jawab, bukan sembarang karyawan.
  • Datang di luar jam sibuk supaya pemilik punya waktu.
  • Catat apa yang Anda lihat sendiri, dan pisahkan dari yang hanya dikatakan narasumber.
  • Tulis dasar setiap angka taksiran di Catatan.
  • Kalau narasumber bertanya soal pajak, arahkan ke kantor BKAD.
  • Ucapkan terima kasih, sekalipun ditolak.
  • Kirim ulang laporan bila ada yang keliru, dengan catatan "koreksi laporan sebelumnya".

Jangan

  • Menyebut besaran pajak, sanksi, denda, atau menjanjikan bebas pajak.
  • Menyimpulkan usaha "terlalu kecil untuk kena pajak"—itu keputusan BKAD.
  • Menyamar sebagai pembeli atau tamu untuk mengorek data.
  • Menerima makanan, minuman, uang, diskon, atau pemberian apa pun.
  • Memotret KTP, dokumen keuangan, layar kasir, wajah pengunjung, atau anak-anak.
  • Memotret bagian dalam tanpa izin, atau kamar hotel yang sedang dihuni.
  • Berdebat, mengancam, atau memaksa. Kalau suasana memanas, pamit.
  • Mencentang kolom "Sudah Terdaftar" di tabel—kolom itu milik BKAD. Surveyor memakai isian "Mengaku sudah terdaftar?" di form.
  • Menceritakan data usaha lain kepada narasumber.
  • Menunda pengisian laporan sampai sore.

Situasi sulit

Pemilik tidak ada
Tanyakan kapan pemilik biasanya ada dan minta kontaknya. Isi apa yang bisa diamati, status tetap "Ditemukan", tulis "pemilik tidak di tempat, narasumber: karyawan" di Catatan.
Narasumber curiga atau bertanya "saya mau dipajaki?"
"Saya bertugas mendata usaha, bukan menetapkan pajak. Kalau Bapak/Ibu ingin tahu soal kewajiban pajak, petugas BKAD bisa menjelaskan langsung." Tunjukkan surat tugas sekali lagi. Kalau tetap menolak, jangan dikejar.
Narasumber marah atau mengusir
Jangan membalas. Pamit, tinggalkan lokasi, pilih status "Menolak", tulis kronologinya di Catatan, dan kabari koordinator hari itu juga.
Ditawari uang, makanan, atau "titipan"
Tolak dengan sopan: "Terima kasih, kami tidak diperkenankan menerima apa pun." Catat kejadiannya dan laporkan ke koordinator.
Usaha rumahan tanpa papan nama
Pastikan ke penghuni bahwa usaha itu memang yang dimaksud. Foto tampak depan rumah dari jalan tanpa memperlihatkan penghuni. Tulis "tanpa papan nama" di Catatan.
Dua usaha di satu lokasi
Isi laporan untuk usaha yang ada di daftar. Usaha lainnya dicatat di Catatan (nama, jenis) dan dilaporkan ke koordinator.
Menemukan usaha yang tidak ada di daftar
Form hanya menerima titik yang ada di daftar. Foto papan nama dengan kamera ponsel, catat nama dan alamat, lalu serahkan ke koordinator di akhir hari.
Sinyal hilang
Laporan dan foto hanya tersimpan bila ada internet. Jangan tutup form yang sudah diisi. Foto tetap diambil dengan aplikasi kamera; begitu sinyal kembali, lampirkan dari galeri dan tekan Simpan. Jangan pindah lebih dari dua titik tanpa menyimpan.
Tombol Simpan gagal
Baca pesan merah di atas tombol. Kalau soal jaringan, pindah ke tempat bersinyal dan tekan lagi—isian tidak hilang selama dialog tidak ditutup.

Jam kunjung & ritme harian

Target 14 titik per hari. Satu rute berisi satu sektor di satu kecamatan, dengan jarak tempuh rata-rata di bawah 5 km, jadi sebagian besar waktu habis di lokasi, bukan di jalan.

SektorJam terbaikCatatan
Makanan & minuman09.30–11.30 dan 14.00–17.00Hindari jam makan siang 11.30–13.00 dan makan malam. Kafe yang buka sore dikunjungi setelah 15.00.
Akomodasi09.00–11.30 dan 14.30–17.00Hindari jam check-out dan check-in, sekitar 12.00–14.00.
Kesenian & hiburanObjek wisata 09.00–15.00; karaoke, spa, biliar 13.00–18.00Tidak ada kunjungan setelah 21.00. Tempat hiburan malam dikunjungi berdua.

Kalau hari ini tidak semua titik terkunjungi, sisanya dikerjakan lebih dulu besok. Tulis alasannya ke koordinator—cuaca, titik sulit dicari, atau wawancara yang panjang—supaya jadwal bisa disesuaikan.

Keamanan & data pribadi

Nama, nomor telepon, dan foto yang dikumpulkan termasuk data pribadi yang dilindungi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

  • Data narasumber hanya dimasukkan ke form, tidak dicatat di tempat lain.
  • Jangan membagikan tabel, unduhan CSV, atau foto ke grup WhatsApp di luar tim, dan jangan mengunggahnya ke media sosial.
  • Hapus foto survei dari galeri ponsel setelah laporan tersimpan.
  • Keselamatan lebih penting dari target. Jangan masuk ke tempat yang membuat Anda tidak nyaman; pilih "Menolak" dan tulis alasannya.

Akhir hari

  • Pilih rute hari ini di tabel: setiap titik yang dikunjungi sudah bertanda disurvei: …
  • Titik berstatus "Tutup sementara" dicatat untuk kunjungan ulang.
  • Kirim ke koordinator: jumlah titik selesai, titik yang belum, kendala, usaha baru yang ditemukan di jalan, dan kejadian penolakan atau pemberian.
  • Hapus foto survei dari galeri.